Bahasa Indonesia (X)
Laporan Hasil Observasi
Laporan hasil observasi merupakan teks yang mengungkap fakta-fakta. Fakta tersebut didapatkan melalui proses pengamatan.Sebagai jenis teks faktual, laporan hasil observai harus bersifat objektif.Objektif artinya informasi yang diberikan sesuai dengan data yang di peroleh selama observasi.
Struktur Laporan Hasil Observasi
- Pernyataan umum/klasifikasi : yaitu terdapat pembukaan, berisi pembuka atau informasi secara umum hal yang akan disampaikan. Bagian ini berisi hal umum tentang objek yang akan dikaji, menjelaskan secara garis besar tentang objek tersebut.
- Deskripsi Bagian : yaitu terdapat isi, rincian, pembahasan, dan penjelasan secara lebih detail.
- Deskripsi manfaat/Simpulan : yaitu berisi fungsi atau manfaat setiap objek yang diamati dalam kehidupan.
Ciri - Ciri Laporan Hasil Observasi
- Bersifat objektif dan universal.
- Objek yang akan dibicarakan/dibahas ialah objek tunggal.
- Ditulis secara lengkap dan sempurna.
- Ditulis berdasarkan fakta sesuai dengan pengamatan yang dilakukan.
- Informasi teks merupakan hasil penelitian terkini yang sudah terbukti kebenarannya.
Kaidah Kebahasan Laporan Hasil Observasi(LHO)
- Repetisi adalah gaya bahasa yang menggunakan pengulangan kata,frasa,klausa yang sama untuk mempertegas makna di kalimat/wacana.
- Pronomina adalah sebuah frasa kata yang digunakan untuk mensubtitusikan istilah orang ataupun benda.
- Konjungsi adalah kata penghubung/sambung dalam suatu kalimat,baik secara lisan maupun tulisan.
- Kalimat Definisi adalah salah satu jenis kalimat yang dipelajari dalam pelajaran bahasa indonesia. jenis kalimat ini bertujuan untuk menjelaskan arti maupun makna suatu objek,hal,aktivitas,dan sebagainya.
- Kata Benda
- Kata Kerja/Meterial
- Kata Pegelompokan
- Kata Kopula
- Kata Teknis
- Kalimat Definisi
- Kalimat Deskripsi
- Kata Keadan
Teks Explanasi
Secara etimologi. Eksplanasi berasal dari bahasa inggris yaitu explanation yang artinya menjelaskan.Sementara secara spesifik, teks explanasi adalah teks yang berisi uraian tenteng berbagai fenomena seperti budaya,alam dan lainnya. Meski begitu,teks explanasi berdasarkan fakta yang ada.
Ciri -Ciri Teks Explanasi
- Informasi yang dimuat berdasarkan fakta (faktual)
- Hal yang dibahas umumnya berisi suaatu fenomena yang bersifat keilmuan/berhubungan dengan ilmu pengetahuan
- Sifatnya informatif dan tidak berusaha mempengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang dibahas
Struktur Teks Explanasi
- Pernyatan Umum
- Urutan
- Sebab Akibat
- Serta Interprestasi
Perbedan Hikayat dan Cerpen
- Tema : Pada hikayat, tema biasanya hanya berkaitan dengan perjuangan seorang pahlawan hingga akhirnya menjadi raja, mendapatkan permaisuri, atau membawa kerajaannya ke masa kejayaan. Sementara itu, pada cerpen, tema cenderung lebih variatif dan tidak terbatas pada latar belakang tertentu saja. Kita bisa menemukan cerpen dengan tema-tema dengan pilihan yang beragam, seperti tema persahabatan, percintaan, keluarga, agama, dan lain sebagainya.
- Latar Belakang : Pada hikayat, latar tempat sangat menonjol, yaitu istana dan lingkungan sekitarnya. Sedangkan pada novel dan cerpen, latar sangat bervariasi, baik tempat, waktu, maupun suasananya.
- Tokoh : Pada hikayat, tokoh terbatas hanya pada raja, ratu, permaisuri, atau rakyat jelata yang dikisahkan hidup di lingkungan kerajaan. Sedangkan pada cerpen, tokoh yang diciptakan pengarang secara tidak terbatas.
- Alur : Pada hikayat, alur yang digunakan biasanya alur maju, yaitu menceritakan perjuangan seseorang melewati segala lika-liku hidup dengan rintangannya, kemudian dia berhasil menjadi raja. Sementara pada cerpen, alur maju, alur mundur, dan alur campuran bisa digunakan secara lebih fleksibel.
- Amanat : Hikayat menggunkan amanat yang eksplisit sedangkan cerpen menggunakan amanat yang implisit
- Bahasa : Hikayat menggunakan bahasa melayu klasik sedangkan cerpen menggunakan bahasa indonesia
- Pengarang : Pengarang hikayat adalah anonim/tidak di kenal sedangkan cerpen pengarang nya disebutkan secara jelas/diketahui
- Gaya Bahas : Gaya bahasa hikayat adalah statis(tetap) tidak berubah,sedangkang cerpen dinamis(berubah-ubah)
Surat Penawaran
Suart penawarn adalah sebuah dokumen resmi yang berisi tawaran/proposal untuk menjual produk/jasa kepasa calon pelanggan
Fungsi Surat Penawaran
- Mempromosikan produk/jasa
- Menarik minat calon pelanggan
- Mmeberikan informasi lengkap tenang produk/jasa
- Memuali negosiasi
Ciri - Ciri Surat Penawaran
- Formal
- Jelas dan ringkas
- Persuasif
- Lengkap
Bagian Surat Penawaran
- Kop surat
- Tanggal surat
- Lampiran
- Alamat penerima
- Isi Surat
Teks Negosiasi
Teks negosiasi adalah suatu bentuk interaksi sosial yang biasanya berfungsi sebagai media untuk mencapai suatu penyelesaian bersama antara pihak yang memiliki perbedaan kepentingan. Pihak tersebut akan berusaha menyelesaikan perbedaan yang muncul dengan cara berinteraksi dan mencari solusi dengan tidak merugikan salah satu pihak.
Struktur Teks Negosiasi
- Pembukaan
- salam pembuka
- pengenalan diri dan tujuan negosiasi
- penyampain maksud dan tujuan
- Penawaran dan tawar menawar
- proposal
- tawar menawar dan diskusi tenteng syarat dan kondisi
- penyesuaian dan kesepakatan tentang harag,waktu,dll
- Kesepakatan dan penutupan
- penyampaian kesepakatan dan persetujuan
- perjanjian
- penutup dan kesimpulan
- Lampiran
- dokumen pendukung,seperti kontrak/perjanjian
- informasi tambahan,seperti spesifikasi produk/jasa
Orientasi
Orientasi memuat tujuan yang ingin disampaikan oleh salah satu pihak. Bagian orientasi juga berisi pembuka percakapan, seperti sapaan, salam, dan sejenisnya. Contoh kalimat pada orientasi teks negosiasi yaitu sebagai berikut:
- “Selamat datang, silakan duduk.” sebagai kalimat sapaan.
- “Ada yang bisa saya bantu, Kak?" sebagai kalimat tanya salah satu pihak.
Pengajuan
Pengajuan atau permintaan berisi awal permintaan atau tawaran dari salah satu pihak kepada pihak yang lain.
Contoh:
- “Saya ingin membeli koper. Kira-kira, yang bagus merek apa, Pak?”
Penawaran
Penawaran memuat argumentasi dari pihak satu untuk diajukan kepada pihak lain agar disetujui. Pada tahap ini terjadi proses tawar-menawar antara kedua belah pihak untuk mencapai simbiosis mutualisme atau sama-sama saling menguntungkan.
Contoh:
- Pedagang: “Kalau ini harganya Rp200.000”
- Pembeli: “Tidak ada potongan, Pak?”
- Penjual: “Kebetulan kita lagi ada promo, diskon spesial 5 persen. Jadi, harganya tinggal Rp190.000”
Persetujuan
Persetujuan berisi penolakan atau penerimaan dari salah satu pihak disertai alasan tertentu. Dalam tahap ini, terjadi kesepakatan atau ketidaksepakatan terkait hasil penawaran yang dilakukan kedua belah pihak.
Contoh:
- Pembeli: “Baiklah, saya setuju Rp190.000”
- Pedagang: “Saya buatkan notanya dulu, Mbak.”
- Pembeli: “Iya.”
Kesepakatan
Kesepakatan yang terjadi pada kedua belah pihak tersebut adalah pedagang bersedia menjual koper dengan harga Rp190.000 dari harga awal Rp200.000.
Majas Metafora
Majas metafora adalah majas yang membandingkan dua obyek berbeda tetapi obyek tersebut memiliki kemiripan. Perumpamaan yang digunakan pada majas metafora berbentuk analogi berupa pesan ungkapan.
contoh:
- Negara perlu membenahi sistem pemerintahannya ketika mulai dikuasai oleh tikus berdasi.
- Ridwan adalah keturunan darah biru.
- Gemericik tawa dari anak-anak memenuhi ruang tamu Buya.
- Ketika mengalami kegagalan, janganlah engkau berkecil hati.
Majas Personifikasi
Ciri dari majas personifikasi adalah menggunakan benda mati untuk mengungkapkan analogi perbandingan. Benda mati yang digunakan dalam majas personifikasi bertindak layaknya makhluk hidup (manusia).
contoh:
- Angin berbisik merdu seakan-akan ingin mengajakku bercerita.
- Riuh nyaring kicauan burung camar memecah keheningan pagi.
- Sirine ambulan meraung-raung memecah keheningan malam itu.
Majas Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas yang mengungkapkan sesuatu secara berlebihan hingga terdengar tidak masuk akal.
contoh:
- Andri berlari secepat kilat karena takut datang terlambat ke sekolah.
- Akibat terkena penyakit selama bertahun-tahun, tubuh Damar hanya tersisa tulang dan kulit.
- Aku memiliki cita-cita setinggi langit.
- Ayah membanting tulang setiap hari agar dapat menyekolahkan anak-anaknya.
Majas Simile
Majas simile adalah majas pertautan yang membandingkan dua hal yang secara hakiki berbeda, tetapi dianggap mengandung segi serupa, dinyatakan secara eksplisit dengan kata seperti, bagai, laksana.
contoh:
- Tubuhnya seperti tiang yang tinggi menjulang.
- Wajahnya bercahaya bagaikan rembulan yang selalu menerangi kegelapan malam.
- Dia pemberani bak seekor singa yang tidak pernah gentar dengan musuh sekuat apapun.
- Kerjanya seperti mesin yang tidak pernah berhenti.
- Wataknya seperti batu yang sangat sulit untuk dilunakkan.
Majas Repetisi
Majas repetisi merupakan salah satu gaya bahasa dalam bahasa Indonesia. Jenis majas ini digunakan dengan mengulang kata-kata atau frase yang sama dalam satu kalimat, klausa, atau paragraf.
contoh:
- Dia bertanya-tanya di dalam hatinya yang penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab.
- Langit malam ini terang benderang, dihiasi oleh bintang-bintang yang berkilauan.
- Dia datang dengan senyuman yang manis, senyum yang membuat hati hangat.
- Ray menyeringai tipis, menerima pulpen. Dia tahu. Masalahnya dia tidak pernah melakukannya.
- Pada pagi yang cerah, burung-burung bernyanyi riang di antara dedaunan hijau yang segar.


Komentar
Posting Komentar